http://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/issue/feedINTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah2026-07-30T03:25:31+00:00Sutriyonointeleksia.stidalhadid@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Inteleksia: </span></span></strong><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah (JPID)</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan ilmu dakwah berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: manajemen dakwah, komunikasi penyiaran Islam, pengembangan/pemberdayaan masyarakat Islam, dan bidang dakwah lainnya. Inteleksia JPID terbit dalam format cetak dan online dengan nomor p-ISSN 2686-1178 dan e-ISSN 2686-3367. Jurnal ini diterbitkan oleh STID Al Hadid Yayasan Al Kahfi Surabaya, Jawatimur, Indonesia. Berdasarkan </span></span><a href="https://arjuna.kemdikbud.go.id/#/pengumuman/592"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">SK Dirjen Diktiristek Nomor 79/E/KPT/2023</span></span></a><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , tanggal 11 Mei 2023, Inteleksia JPID dinyatakan </span></span><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/10780"><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Terakreditasi Peringkat 4 (SINTA 4)</span></span></strong></a><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> mulai volume 2 nomor 2 tahun 2021 sampai dengan volume 7 nomor 1 tahun 2026.</span></span></p>http://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/430Dakwah Bil Hal Nabi Muhammad dalam Pemberdayaan Ahl al-Suffah di Madinah2026-07-30T03:25:31+00:00Charolin Indah Rosetacharolin@stidalhadid.ac.id<p><strong>THE PROPHET MUHAMMAD’S DA’WAH BIL HAL IN THE EMPOWERMENT OF THE AHL AL-SUFFAH IN MEDINA. </strong><em> This article examines the Prophet Muhammad’s practice of dakwah bil hal in empowering the Ahl al-Suffah through the lens of Asset-Based Community Development (ABCD). Previous studies have generally portrayed the Ahl al-Suffah as an impoverished community that played a role in early Islamic education, hadith transmission, and the history of da’wah. Meanwhile, the Prophet’s empowerment process of this marginalized group has not been extensively analyzed using an asset-based empowerment perspective. To address this gap, this article employs a qualitative, literature-based method with a historical-sociological approach. Data were obtained from the Sirah Nabawiyah, hadith collections, hadith commentaries, and empowerment literature, which were analyzed using the ABCD perspective. The results of the analysis indicate that the Prophet’s empowerment took place through three stages: awareness-raising, capacity-building, and empowerment. The entire process utilized individual, social, institutional, economic, and community assets already available in Medina, enabling the Ahl al-Suffah to undergo a transformation from aid recipients into active agents serving as preachers, Quran teachers, community servants, economic actors, and drivers of Islamic community development. The main findings of this article indicate that the Prophet’s practice of empowerment aligns with the ABCD principles, while also expanding upon them through the dimensions of spiritual assets, prophetic moral leadership, and da’wah as the primary drivers of social change. These findings enrich the development of asset-based empowerment theory while providing a conceptual foundation for the practice of da’wah bil hal and the empowerment of contemporary Muslim communities. </em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Charolin Indah Rosetahttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/433Program Dakwah Berbasis Komunitas: Studi Pada PKK Permata Alam Permai, Sidoarjo2026-07-30T03:25:31+00:00Siti Nur Halimahshine.seetle@gmail.com<p><em>Community based da’wah is currently being actively developed by outreach coordinators everywhere. In addition to being easier to carry out within communities that share specific preferences, community outreach also addresses the challenges of the modern era, which have created complex issues for the target audience. PKK is a formal social community that is almost always present in Indonesian society. PKK can organize many activities, one of which is religious study sessions (outreach). In fact, religious study sessions organized by the PKK often face stagnation due to monotonous da’wah models and a lack of variety. If the PKK’s community da’wah programs are developed, they can support the success of da’wah in society. This study is a field research using a qualitative case study approach. The theoretical framework employed is the concept of product attributes and levels in marketing. The findings of this study recommend relevant activities to be implemented within the PKK religious study group community, including the recitation of the Yasin and Tahlil, religious sermons on themes that are more relevant to addressing the congregation’s problems, religious tours to provide both a refreshing experience and new insights into Islam, as well as the provision of simple incentives to increase the congregation’s interest and participation.</em></p> <p><em>Keywords: Community Based Da’wah, PKK, Product Attributes.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Nur Halimahhttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/440Strategi Komunikasi Persuasif dalam Dakwah Bil-Lisan Untuk Membangun Kesadaran Orientasi Hidup Islam pada Generasi Z2026-07-30T03:25:31+00:00Wahanani Mawastiwahananimawasti@yahoo.co.idSri Wahyunieswe.wahyuni87@gmail.com<p><em>Mad’u dakwah saat ini didominasi oleh kelompok masyarakat dari Gen-Z. Untuk itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang lebih relevan dengan karakteristik Gen-Z. Sejauh ini masih sangat minim kajian tentang karakteristik Gen-Z yang dihubungkan dengan kepentingan dakwah bil-lisan. Artikel ini menguraikan model </em><em>strategi </em><em>komunikasi persuasif yang relevan untuk diterapkan oleh organisasi dakwah dalam membangun kesadaran terhadap orientasi hidup yang benar pada remaja Gen-Z. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode rasional dengan menggunakan literature review yang sistematis. Hasil studi ini memberikan rekomendasi model komunikasi persuasif yang dapat diterapkan dalam dakwah bil-lisan pada Gen-Z, khususnya pada aspek penetapan tujuan komunikasi, bentuk pesan persuasif dan cara penyampaian komunikasi persuasif yang relevan dengan karakteristik Gen-Z. Studi ini juga menunjukkan bahwa tidak semua pesan dan cara penyampaian (teknik) komunikasi dalam teori komunikasi persuasif dapat digunakan dalam konteks dakwah pada Gen-Z.</em></p>2026-07-02T00:00:00+00:00Copyright (c) http://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/455Dakwah dan Pembunuhan Karakter: Studi Kasus pada Usman Bin Affan di Masa Kekhalifahannya2026-07-30T03:25:30+00:00Ahmad Rido'irdoiread@gmail.com<p><em>Makalah ini menganalisis pembunuhan karakter yang dialami oleh Khalifah Usman bin Affan, terutama yang dilancarkan oleh Abdullah bin Saba' dan pengikutnya, dengan menggunakan kerangka kerja teoritis pembunuhan karakter (character assassination) yang dikembangkan oleh Martijn Icks dkk. Penelitian menggunakan metode studi kasus sejarah (historical case study) dengan menelaah berbagai sumber historiografis terkait peristiwa fitnah kubra pada masa kekhalifahan Usman (sekitar tahun 30–35 H). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembunuhan karakter terhadap Usman bin Affan merupakan strategi terencana dan berjangka panjang, bukan tindakan spontan. Melalui lima pilar pembunuhan karakter: penyerang, target, media, audiens, dan konteks yang melingkupinya. Abdullah bin Saba' dan jaringannya secara sistematis menyebarkan provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian di berbagai wilayah kekhalifahan, meliputi Kufah, Basrah, Mesir, Syam, hingga Madinah. Metode-metode yang digunakan mencakup name-calling, making allegations (tuduhan nepotisme, korupsi, dan bid'ah), fearmongering, ridiculing, hingga erasing dan disgracing pascakematian Usman. Serangan juga bersifat enthymematic, yakni membiarkan publik menyimpulkan sendiri tuduhan yang tidak pernah diucapkan secara eksplisit. Penelitian ini menegaskan relevansi kerangka teoritis Icks dkk. dalam membaca fenomena disinformasi dan destabilisasi politik dan dakwah lintas zaman.</em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) http://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/432Berpikir Etis Dalam Dinamika Dakwah: Kerangka Kerja Bagi Dai Berdasarkan Etika Keseimbangan2026-07-30T03:25:30+00:00Mimi Maolanimimimalani61@gmail.com<p><em>Dinamika dai dalam berdakwah terkadang menemui dilema etis, sehingga dai perlu berpikir etis sebelum menjalankan perbuatan. Namun kerangka kerja dalam berpikir etis belum banyak dikaji, terutama yang berlandasakan etika dasar keseimbangan. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka kerja berpikir etis berbasis etika dasar keseimbangan bagi dai dalam berdakwah. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual dengan tujuan membangun framework berpikir etis berdasarkan etika keseimbangan kemudian mengadaptasikannya bagi dai dalam berdakwah. Studi ini menemukan lima langkah elementer; (1) Memahami hukum kenyataan sifat dan kedudukan dai sebagai subjek pelaku, serta stimulus dan berbagai variable yang terkaitnya, bisa dari mad’u, lembaga dakwah yang menaungi, dai dan lembaga dakwah lainnya, perundang-undangan yang berlaku, serta masyarakat sebagai lingkungan dalam dakwah, termasuk kelompok sosial agama lainnya di masyarakat, (2) Merumuskan kaidah etis perbuatan, (3) Mengurai dampak positif - negatif perbuatan, (4) Mengukur kadar dampak positif - negatif perbuatan (5) Menyimpulkan nilai baik atau buruk perbuatan. Kerangka ini dapat digunakan dai ketika menghadapi dilema etis dalam berdakwah, sehingga mendukung pendekatan dakwah yang etis, dan membawa pada kemasalahatan.</em> </p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mimi Maolanihttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/431Hubungan Interpersonal Dakwah Fardiyah Nabi Muhammad Saw: Analisis Model, Relasional, dan Pola Komunikasi2026-07-30T03:25:30+00:00Hendriyono Hendriyonohendriyono@stidalhadid.ac.id<p><em>Hubungan interpersonal dalam dakwah fardiyah memiliki pengaruh penting dalam membentuk mad’u dengan pemahaman yang kuat, psikologis, komitmen hingga membentuk kepribadian muslim. Pengaruh tersebut dapat tercapai jika dalam hubungan interpersonal mengandung model hubungan, aspek relasional dan pola komunikasi. Berdasarkan penelusuran studi terdahulu belum ditemukan kajian hubungan interpersonal yang komprehensif dalam dakwah fardiyah, padahal Nabi Muhammad saw adalah sumber utama dan teladan terkait hubungan interpersonal dalam dakwah fardiyah secara komprehensif. Tujuan penelitian untuk mendeksripsikan pola hubungan interpersonal dalam dakwah fardiyah meliputi model hubungan, aspek relasional dan pola komunikasi dengan menggunakan penelitian kualitatif deskripsi lewat studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan pola hubungan interpersonal dalam dakwah Nabi Muhammad saw. menggunakan model hubungan interaksional, role play dan games people play sesuai konteks. Aspek relasional dibangun sesuai kondisi mad’u apakah dari kontak awal atau di tahap intim, dengan hubungan kepercayaan dan kedekatan emosional yang dibangun. Pola komunikasi bersifat dialogis, informatif penawaran tidak memaksa, dan menempatkan orang secara setara atau dihormati. </em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hendriyono Hendriyonohttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/426Membumikan Pesan Langit: Analogi dan Metafora dalam Dakwah K.H. Anwar Zahid2026-07-30T03:25:30+00:00Lucky Prihartantoluckyprihartanto@stidalhadid.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analogi dan metafora yang digunakan oleh </em>K.H.<em> Anwar Zahid dalam ceramahnya dengan tujuan memahamkan dan membuat mad’uw menerima pesan dakwahnya</em><em> pada video berjudul “Abah Anza dan Habib Bidin Adu Kekuatan” yang diunggah pada 7 April 2026. </em>K.H.<em> Anwar Zahid merupakan dai kondang asal Bojonegoro yang dikenal dengan gaya dakwah humoris, komunikatif, dan kaya akan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari jamaahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak dan catat, serta analisis isi kualitatif yang mengintegrasikan Conceptual Metaphor Theory dengan analogi dalam logika dan retorika untuk menganalisis tiga pesan dakwah, yaitu transformasi diri pascapuasa Ramadhan, umur barokah, serta dualitas kebaikan dan keburukan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa </em>K.H.<em> Anwar Zahid menggunakan analogi deklaratif untuk memperjelas gagasan abstrak dan analogi induktif untuk menarik kesimpulan, dengan source domain kontekstual seperti ulat, ular, sawah, dompet, dan kolak. Source domain yang sama dapat dipetakan secara berbeda sesuai kebutuhan konseptual, dan ketiga pesan konsisten menampilkan struktur retoris tiga bagian serta variasi emosi sesuai tema. Analogi dan metafora juga berfungsi persuasif dalam mengajak jamaah menerapkan nilai Islam. Temuan ini memperkaya kajian retorika dakwah dengan menjelaskan bukan hanya bentuk dan fungsi analogi, tetapi juga mekanisme kognitif di balik efektivitasnya.</em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lucky Prihartantohttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/471Analisis Pemetaan Lingkungan Dakwah Holistik (APLDH): Integrasi Analisis Pasar Dan Pesaing Dalam Strategi Dakwah Pemikiran di Era Digital2026-07-30T03:25:30+00:00Shofyan Affandyshofyanaffandy@gmail.com<p><em>Di tengah saturasi informasi dan kompetisi diskursus digital, organisasi dakwah seringkali mengalami kesulitan menyampaikan gagasan akibat pendekatan yang berpusat pada produk (product-oriented). Kelemahan dalam pemetaan terhadap preferensi pasar dan kekuatan produk pesaing, menyebabkan produk pemikiran kehilangan daya saing dan sulit diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan Prosedur Analisis Pemetaan Lingkungan Dakwah Holistik (APLDH) sebagai kerangka kerja manajerial untuk meningkatkan akseptabilitas dan posisi kompetitif produk gagasan organisasi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk pengembangan konseptual melalui sintesa teori. Kerangka teori mengintegrasikan teori Market Orientation, Competitive Advantage Porter, dan teori Difusi Inovasi yang dikontekstualisasikan pada produk gagasan organisasi dakwah. Penelitian menghasilkan model APLDH yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) Audit Market-Fit untuk memetakan profil psikografis dan hambatan kognitif mad’u; (2) Competitive Intelligence melalui Narrative Mapping untuk mengidentifikasi celah strategis dari produk narasi pesaing; dan (3) Sintesa Naratif menggunakan model Problem-Solution-Enabler. Hasilnya menunjukkan navigasi algoritma dan strategi counter-narrative merupakan variabel utama untuk memenangkan attention economy di ruang digital. Penelitian ini menawarkan transformasi model manajemen bisnis menjadi instrumen intelijen dakwah berbasis audit internal dan dinamika lingkungan digital. Kontribusi penelitian ini adalah transformasi paradigma dakwah yang reaktif-spontan menjadi proaktif-strategis, agar organisasi mampu menjaga substansi gagasan, sekaligus memenangkan kompetisi dalam pasar ide.</em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shofyan Affandyhttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/449Implementasi Analisis Person–Job Fit untuk Optimalisasi Kinerja SDM Organisasi Dakwah Skala Kecil2026-07-30T03:25:30+00:00Anisah Nur Ainism4rt3st1d34@gmail.com<p><em>Organisasi dakwah atau nirlaba skala kecil kerap menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM), sehingga penempatan SDM lebih banyak didasarkan pada ketersediaan SDM namun kurang mempertimbangkan kesesuaian antara individu dan pekerjaan (Person Job Fit). Kondisi ini berpotensi menimbulkan Person Job Mismatch, meningkatkan risiko burnout, dan menurunkan kinerja organisasi. Artikel ini bertujuan menganalisis kondisi Person Job Fit pada empat SDM baru; menganalisis implikasi Person Job Mismatch terhadap optimalisasi kinerja SDM; serta merumuskan rekomendasi pengelolaan SDM berbasis Person Job Fit. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis berdasarkan dimensi Demands Abilities Fit dan Needs Supplies Fit. Hasil analisis kesesuaian Person Job Fit empat SDM baru bervariasi diantaranya mulai dari kategori siap ditempatkan, memerlukan penyesuaian, dan memerlukan pembinaan bertahap. Temuan menunjukkan bahwa implementasi analisis Person Job Fit dapat menjadi dasar penempatan, pembinaan, dan pengembangan SDM.</em> <em>Kerangka pengelolaan SDM yang dihasilkan memberikan gambaran bagi organisasi dakwah kecil dan organisasi berbasis layanan dalam mengoptimalkan kinerja SDM di tengah keterbatasan sumber daya.</em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anisah Nur Ainihttp://inteleksia.stidalhadid.ac.id/index.php/inteleksia/article/view/474Genealogi Gerakan Dakwah Islam di Indonesia Abad 18-20 M: Kontinuitas, Diskontinuitas, dan Transformasinya2026-07-30T03:25:30+00:00Sutriyono Sutriyonosutriyono0775@gmail.comAhmad Hidayatahmadhidayat@stidalhadid.ac.id<p><em>Perkembangan gerakan dakwah Islam di Indonesia merupakan fenomena historis yang terbentuk melalui proses transmisi keilmuan, jaringan ulama, perubahan sosial-politik, dan interaksi dengan dinamika dunia Islam global. Artikel ini bertujuan menganalisis genealogi gerakan dakwah Islam di Indonesia abad 18-20 M melalui perspektif kontinuitas dan diskontinuitas Pemikiran dakwah Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sejarah intelektual, teori kontinuitas–diskontinuitas, dan sosiologi dakwah. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang membahas jaringan ulama Nusantara, neo-sufisme, modernisme Islam, revivalisme Islam, dan fundamentalisme Islam di Indonesia. Analisis data dilakukan melalui tahapan interpretasi historis, kategorisasi tematik, dan analisis relasional terhadap perubahan gerakan dakwah Islam dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan gerakan dakwah Islam di Indonesia berlangsung secara dinamis melalui dialektika antara tradisi neo-sufisme, ortodoksi Sunni, purifikasi Wahabi-Salafi, modernisme Islam, dan gerakan Islam politik. Kontinuitas tampak pada bertahannya jaringan ulama, tradisi madzhab Syafi’i, dan pola dakwah berbasis pesantren, sedangkan diskontinuitas terlihat pada transformasi strategi dakwah, perubahan otoritas keagamaan, serta munculnya gerakan revivalisme dan fundamentalisme Islam kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa Gerakan dakwaj Islam di Indonesia melainkan hasil dari proses historis yang panjang, dipengaruhi oleh kolonialisme, modernisasi, globalisasi gerakan Islam, dan perubahan struktur sosial-keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. </em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sutriyono, Ahmad Hidayat