open access

Abstract

Wacana dan media tidak dapat dipisahkan. Setiap berita yang disampaikan oleh media selalu memiliki wacana untuk para pembacanya. Salah satu wacana yang seringkali menuai pro dan kontra adalah poligami. Banyak bentuk dukungan dan penolakan yang dilakukan yakni melalui media sosial, pembuatan komunitas pro maupun kontra poligami, aksi demo maupun sampai dengan debat terbuka mengenai poligami. Studi ini hendak menganalisis posisi perempuan dalam wacana poligami Mamah Dedeh yang ditayangkan di televisi dalam acara “Mamah dan Aa Beraksi” dengan tema “Poligami Bisakah Adil.” Pengamatan dilakukan dalam ceramah maupun dialog interaktif dengan penonton dalam acara tersebut dengan tujuan ingin mengetahui apakah perempuan menurut Mamah Dedeh memiliki kebebasan untuk menolak/menerima dipoligami oleh laki-laki. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka teori analisis wacana Sara Mills. Kesimpulan yang didapatkan bahwa perempuan tidak memiliki kebebasan untuk menolak dipoligami oleh laki-laki, ia harus menuruti dan ikhlas jika dipoligami oleh suaminya karena perempuan memiliki kewajiban untuk taat dan melayani suaminya.