open access

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengaplikasikan dan mengoperasionalkan Bryson’s Strategic Planning Model dalam merancang strategi jangka pendek Yayasan Pendidikan Kinantan Surabaya (YPKS) periode 2025–2026 yang berada pada fase transisi kelembagaan. YPKS menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain relokasi unit PAUD/TK, keterbatasan fasilitas fisik, stabilitas keuangan, serta kebutuhan pembangunan gedung permanen sebagai fondasi keberlanjutan layanan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui wawancara mendalam, analisis dokumen internal yayasan, dan observasi organisasi. Model Strategic Planning for Public and Nonprofit Organizations dari John M. Bryson digunakan sebagai kerangka analisis utama, khususnya pada tahapan identifikasi isu strategis, formulasi strategi jangka pendek, desain implementasi, dan rencana aksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan gedung yayasan dan PAUD/TK merupakan isu strategis utama yang bersifat struktural dan berdampak sistemik terhadap keberlanjutan organisasi. Strategi jangka pendek yang dirumuskan menempatkan pembangunan gedung sebagai strategi inti (core strategy) yang didukung oleh strategi konsolidasi tata kelola, stabilisasi keuangan, proteksi PPDB, serta penguatan mutu layanan. Rencana aksi disusun secara bertahap dalam horizon 12–18 bulan dengan penekanan pada kelayakan dan evaluasi berkala agar adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan strategi jangka pendek berbasis model Bryson relevan dan aplikatif untuk membantu yayasan pendidikan berskala kecil–menengah dalam mengelola transisi kelembagaan secara berkelanjutan.