Abstract
Modernisasi membawa perubahan pada pola kehidupan masyarakat yang memengaruhi pelaksanaan kegiatan dakwah berbasis komunitas, termasuk pengajian subuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi pengajian subuh di Majelis Taklim Darussalam Desa Bawu di tengah tantangan modernisasi serta mengkaji perannya dalam memperkuat moral dan spiritual masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan pada 10 dan 17 Mei 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, pengurus majelis taklim, serta jamaah dari berbagai kelompok usia. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian subuh tetap eksis melalui keberlangsungan kegiatan sejak tahun 1992, meningkatnya partisipasi masyarakat, keterlibatan generasi muda, serta kontribusinya dalam memperkuat moral dan spiritual masyarakat. Minat masyarakat dipengaruhi oleh kebutuhan spiritual, motivasi pribadi, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan materi kajian yang kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan analisis eksistensi pengajian subuh berdasarkan empat indikator yang menunjukkan bahwa modernisasi tidak menghilangkan eksistensi dakwah, melainkan mendorong perlunya strategi dakwah yang lebih adaptif.