Abstract
Di tengah saturasi informasi dan kompetisi diskursus digital, organisasi dakwah seringkali mengalami kesulitan menyampaikan gagasan akibat pendekatan yang berpusat pada produk (product-oriented). Kelemahan dalam pemetaan terhadap preferensi pasar dan kekuatan produk pesaing, menyebabkan produk pemikiran kehilangan daya saing dan sulit diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan Prosedur Analisis Pemetaan Lingkungan Dakwah Holistik (APLDH) sebagai kerangka kerja manajerial untuk meningkatkan akseptabilitas dan posisi kompetitif produk gagasan organisasi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk pengembangan konseptual melalui sintesa teori. Kerangka teori mengintegrasikan teori Market Orientation, Competitive Advantage Porter, dan teori Difusi Inovasi yang dikontekstualisasikan pada produk gagasan organisasi dakwah. Penelitian menghasilkan model APLDH yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) Audit Market-Fit untuk memetakan profil psikografis dan hambatan kognitif mad’u; (2) Competitive Intelligence melalui Narrative Mapping untuk mengidentifikasi celah strategis dari produk narasi pesaing; dan (3) Sintesa Naratif menggunakan model Problem-Solution-Enabler. Hasilnya menunjukkan navigasi algoritma dan strategi counter-narrative merupakan variabel utama untuk memenangkan attention economy di ruang digital. Penelitian ini menawarkan transformasi model manajemen bisnis menjadi instrumen intelijen dakwah berbasis audit internal dan dinamika lingkungan digital. Kontribusi penelitian ini adalah transformasi paradigma dakwah yang reaktif-spontan menjadi proaktif-strategis, agar organisasi mampu menjaga substansi gagasan, sekaligus memenangkan kompetisi dalam pasar ide.