Abstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan pemberdayaan masyarakat Dusun Pogog. Jiwo Pogog sebagai agen pemberdaya menggunakan pendekatan strategi Pengembangan Masyarakat Lokal untuk meningkatkan kapasitas internal masyarakat dalam mengelola aset pertanian, sehingga mereka mampu terlibat secara aktif menyelesaikan permasalahan ekonominya. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan model intervensi komunias Pengembangan Masyarakat Lokal yang diterapkan oleh Mas Jiwo pada masyarakat Dusun Pogog, Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah teori model intervensi komunitas Rothman-Tropman spesifik model pengembangan masyarakat lokal. Hasil penelitian menemukan bahwa model pengembangan masyarakat lokal di Dusun Pogog memiliki karakteristik yang khas, yaitu: (1) masyarakat memiliki keterbatasan internal dalam mengelola aset pertanian yang sudah dimiliki, sehingga peran subjek pemberdaya, yaitu Mas Jiwo tidak hanya sebagai enabler, melainkan juga inisiator dan fasilitator pada tahap awal ketika masyarakat belum siap berpartisipasi secara dialogis, (2) struktur formal pemerintahan sangat minim dilibatkan dalam pemberdayaan, sedangkan struktur informal dan relasi sosial yang memiliki keahlian teknis pertanian sangat dominan dilibatkan sebagai kolaborator pendukung program pemberdayaan, oleh karena itu Mas Jiwo sering menyebutkan pemberdayaan yang dilakukannya berbasis The Power of One (3) peran tokoh lokal, yakni Rimo, tidak hanya ditempatkan sebagai struktur kekuasaan informal yang mendukung program, tetapi juga sebagai sasaran pemberdayaan yang terlibat aktif dalam proses pemberdayaan.